Nusa Tenggara Timur dengan segala keterbatasannya harus tetap bangga karena dari NTT lahir Pancasila, idiologi bangsa Indonesia . inilah sumbangan kebangsaan NTT “Sebelum ada Pancasila , prinsip kebangsaan kita masih kedaerahan, keagamaan. Selama Dalam Pembuangan di Ende NTT, Bapak Soekarno terinspirasi dan melahirkan Pancasila. Disana beliau menyaksikan orang NTT dari beragam suku dan agama hidup berdampingan dan bersatu sebagai sebuah keluarga. Tanpa Pancasila kita pasti repot mengelola pluralitas dan dinamika kebangsaan “.
Hal tersebut disampaikan Melky Lakalena dan Johni Asadoma ketika menyampaikan sambutan dalam acara syukur Natal bersama Relawan Melky Johni dan Masyarakat NTT, Saptu 11 Januari 2025 bertempat di Hotel Neo By Asthon. “ “Terima kasih karena Natal tahun ini di NTTsemuanya berjalan damai dan sejahtera. Terima kasih Bapak Ibu TNI Polri memeberi rasa aman bagi kami . Terima kasih kepada Panitia …acara ini kepada semua pihal karena pilkada berjalan lancar damai dan sejahtera. Semangat Pancasila terasa sekali .. Ketua Panitia Muslim yaa” ungkap Melki .
Intinya, lanjut Melky, adalah semangat gotong royong, memampukan kita mengelola segala keterbatasan menjadi sebuh kemajuan dan kesejahteraan “ Spirit Ayo Bangun NTT” bersumber dari semangat Pancasila, gotong royong keluarga flobamorata.
Meritokrasi dan Terbuka
Di bagian akhir sambutannya Melky Johni mengingat hadirin bahwa mereka akan membangun NTT dengan membuka ruang partisipasi public seluas luasnya, lebih transparan dan professional . “Kami membuka ruang partisipasi public seluasnya. Pemikiran saran dan kritik masyarakat dibutuhkan. Birokrasi sebagi ujungtombak pelaksana program dan kebijakan Melky-Johni kami tata secara baik dengan Meritokrasi secara konsisten. Silahkan semua berkontribusi. Kolaborasi kekuatan Pemerintah, Civil Society, Pengusaha, Profesinal, akademisi mampukan menggrakan NTT lebih baik” yakin Melky.
Melky dan Johny juga mengharapkan kritik membangun dari semua pihak terutama kalangan mahasiswa “ Adik adik dari kelompok cipayung (KNPI, GMKI, HMI, PMKRI, GMNI dll) jangan sungkan mengkritik kami. Jangan karena ada senior dipemerintahan anda diam saja ketika kami keliru hingga melakukan kesalahan. Kritik kami agar segera kami introspeksi dan evaluasi untuk perbaikan taktis “ pinta Melky.
Diakhir sambutannya, Melky mengingatkan tentang perlunya meningkatkan Narasi dan Literasi budaya dan tradisi untuk pengembangan potensi wisata religi NTT. “Samana Santa di Larantuka, Solor sebagai Pintu masuk Islam dan Katolik, dan di Soe TTs, Peristiwa Air menjadi Anggur Setelah didoakan. Ini potensi wisata religi yang harus kita perhatikan pementapan Narasi dan literasinya.” Pungkas Malky.
Kegiatan yang menghadirkan kurang lebih limaratusan orang tersebut diisi dengan berbagi penampilan tarian, Vokal grup dan Paduan Suara. Tampak hadir diantara ratusan hadirin undangan, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Terpilih, Pj. Gubernur NTT dan Jajaran Pimpinan Pemprov NTT, Anggota Muspida NTT, Walikota dan Wakil Walikota Kupang Terpilih, Sekda Kota Kupang (Jo)
Posted in Flobamora