Home » Healty » Women » Apa Itu Baby Blues? Berikut Gejala, Cara Mengatasi dan Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Home » Healty » Women » Apa Itu Baby Blues? Berikut Gejala, Cara Mengatasi dan Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Apa Itu Baby Blues? Berikut Gejala, Cara Mengatasi dan Pencegahan yang Bisa Dilakukan

prakarsa
Sabtu, 15 Juni 2024 | 08:05 WIB
66816-ilustrasi-baby-blues-syndr

Bagi sebagian orang terutama para perempuan istilah baby blues merupakan sesuatu yang jadi horor. Tapi apa sih pengertiannya?

Baby blues merupakan kondisi yang banyak dialami para perempuan seusai melahirkan.

Kondisi ini biasanya dibarengi dengan perasaan sedih kewalahan dan kecapean yang menerpa selama beberapa hari sesudah melahirkan.

Meski tak sedikit yang bisa hilang dengan sendirinya, tapi ada risiko masalah ini bisa jadi serius bila tak dipahami dan ditangani secara menyeluruh.

Baby blues merupakan bentuk ringan dari depresi dan gangguan kecemasa yang terjadi pada awal pasca melahirkan.

Berdasar survei sebanyak 50-80 persen perempuan mengalami kondisi tersebut seusai melahirkan.

Ilustrasi melahirkan. (Elements Envanto)
Ilustrasi melahirkan. (Elements Envanto)

Gejalanya mulai muncul dalam 1-5 hari seusai persalinan dan mereda dalam 10 hari kemudian.

Tapi dalam kasus tertentu perempuan bisa mengalami kondisi yang disebut gangguan kecemasan atau depresi perinatal ini secara berkelanjutan.

Kondisi tersebut tentu memerlukan penanganan profesional termasuk obat-obatan dan terapi psikologis agar selanjutnya tak membahayakan sang ibu dan bayinya.

Gejala baby blues ditandai dengan perubahan suasana hati yang terjadi selama beberapa hari pasca melahirkan. Ibu yang mengalaminya merasa lebih sedih dan khawatir dibanding biasanya.

Mereka juga merasa sangat letih dan tak mengenali dirinya sendiri.

Berikut gejala yang kerap ditemui saat seorang ibu mengalami baby blues:

Sedih
Menangis tak terkendali
Mudah marah
Merasa cemas
Merasa lebih emosional
Sulit tidur
selera makan turun
Mudah lupa

Mengenai penyebabnya, secara pasti para pakar hingga kini urung bisa menyimpulkannya.

Diduga terdapat banyak faktor yang menjadi pemicunya termasuk diantaranya perubahan hormon, stres saat merawat bayi, serta kurang tidur pada masa-masa setelah melahirkan.

Cara Mengatasi

Cara mengatasi baby blues ada beragam upaya yang bisa dilakukan. Tapi yang perlu ditekankan kepada seorang ibu yang mengalaminya bahwa kondisi tersebut dimana perasaan sedih dan khawatir yang berlebih merupakan sesuatu yang wajar.

Berikut sejumlah cara untuk mengatasi kondisi ibu yang mengalami baby blues:

1. Menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan makan makanan sehat.

2. Meminta dukungan dari pasangan dan keluarga dalam merawat bayi.

Ilustrasi gambar apa itu baby blues. (freepik)
Ilustrasi gambar apa itu baby blues. (freepik)

3. Berbagi tugas dengan pasangan dalam mengerjakan urusan rumah tangga serta mengurus bayi.

4. Terbuka pada pasangan dan keluarga, beritahu bila ada hal yang mengarah ke gejala baby blues.

5. Perbanyak istirahat.

6. Refreshing atau berjalan mencari udara segar.

7. Mengikuti terapi.

8. Mempraktikkan mindfulness untuk memenangkan pikiran melalui yoga atau meditasi.

Kondisi baby blues yang urung terselesaikan berpotensi menyebabkan komplikasi yakni depresi pasca persalinan atau postpartum yang ditandai dengan gejala mirip baby blues tapi levelnya sudah berat.

Depresi pasca persalinan bisa memunculkan gejala kesedihan teramat dalam, kehilangan minat atau kesenangan pada hal yang sebelumnya digemari, mudah marah, sulit menjalin ikatan dengan bayi yang dilahirkan, hingga berkeinginan mengakhiri hidup.

Gejala tersebut bisa muncul lebih dari 10 hari atau bahkan hingga 1 tahun bila tak mendapat penanganan yang memadai.

Untuk pencegahannya, bisa dilakukan dengan menjalani tes kesehatan mental bagi ibu sebelum dan sesudah melahirkan.

Salah satu tes yang paling kerap digunakan yakni Edinburgh Postnatal Depression Scale.

Bila hasil tes sebelum melahirkan menunjukkan ada risiko baby blues maka dokter bisa memberikan rekomendasi untuk membantu mencegah timbulnya kondisi tersebut.

Ilustrasi baby blues bisa picu anak jadi stunting. (Shutterstock)
Ilustrasi baby blues bisa picu anak jadi stunting. (Shutterstock)

Selain itu ibu dan pasangannya bisa menyesuaikan diri dan mengantisipasi bila terjadi baby blues di kemudian hari setelah lahirnya sang bayi.

Dukungan secara fisik dan mental sangat dibutuhkan ibu yang baru melahirkan anaknya, tak hanya setelah persalinan tetapi juga penting selama kehamilan dan seusai melahirkan.

Posted in

BERITA TERKAIT

TERPOPULER

TAG TERPOPULER

HEALTY

LIFESTYLE

OTOMOTIF

BERITA LAINNYA

Imigrasi Kupang tangkap 11 Imigran  Gelap Asal Bangladesh  di Rumah Warga Jl. Thamrin – Kayu Putih

PrakarsaNews.com Sebanyak 11 (Sebelas)  Imigran Gelap, Warga Negara Bangladesh, ditangkap…

Kota Kupang
Jan
02
2025

Hasto Tersangka KPK, Effendi Simbolon Singgung Megawati Harus Mundur

Jakarta – Mantan kader PDIP Effendi Simbolon turut menanggapi status…

Nasional
Jan
08
2025

Penjabat Walikota Kupang, Linus gantikan Fahrensi?

PrakarsaNews.com Tenda undangan lapangan upacara HUT kemerdekaan RI ke-79 tingkat…

Uncategorized
Agu
18
2024

Pj. Walikota : SAHABAT jauh lebih baik. Mencari Permusuhan, langkah Mundur

KLAIM LEBIH BERPELUANG,  CHRIS DISORAKI,  PrakarsaNews.com. Pejabat Walikota Kupang, Linus…

Kota Kupang
Nov
24
2024

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia

Ilustrasi — Kebakaran melanda depot minyak di Kursk, Rusia (dok….

Internasional
Jan
08
2025