Preferensi politik adalah kecendrungan pilihan politik seseorang yang berdasarkan pada nilai-nilai yang diyakini untuk memberikan respon politik terhadap suatu fenomena/situasi /pilihan . Preferensi ini akan terwujud kedalam sebuah tindakan politik. Karena tindakan politik tersebut adalah wujud dari nilai-nilai politik yang diyakini seseorang, maka sumber nilai dominan itu menjadi faktor yang sangat menentukan untuk mengarahkan dan mempengaruhi situasi politik yang dihadapinya. Preferensi Politik pemilih adalah kecenderungan pilihan pemilih terhadap kandidat /kontestan dalam pemilihan.
Nilai nilai yang diyakini dibentuk beberapa factor determinan utama yaitu Kesamaan Suku , Kesamaan Agama, kesamaan rasial, kapasitas figure (Pengalaman Pemerintahan/Birokrasi, Tersolimi, Ceritera baik /buruk ) dan Kesamaan Generasi.
Walikota – Wakil Walikota 2024 – 2029
Pemilihan Walikota – Wakil Walikota Kupang 2017 – 2022 hanya paslon yang berkompetisi, di menangkan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1 Sdr. Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH dan Sdr. Dr. Hermanus Man dengan perolehan suara sebanyak 87.160 (Delapan Puluh Tujuh Ribu Seratus Enam Puluh) . Sementara Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2 Sdr. Jonas Salean, SH., M.Si Sdr. Nikolaus Fransiskus, S.IP dengan perolehan suara sebanyak 77.745 (Tujuh Puluh Tujuh Ribu Tujuh Ratus Empat Puluh Lima). Selisih Tipis. 9415 suara. Kampanye Beasiswa PIP sebagai program dan hasil perjuangan Jefri yang saat itu anggota DPR RI dan Jonas selaku incumben saat itu dinilai sebagai penghambat bagi Masyarakat mendapatkan Beasiswa PIP, pecah Kongsi Jonas dengan Herman Mann dan kuatnya intervensi kerabat Jonas dalam Mutasi Birokrat menjadi factor utama penyebab kekalahan Jonas.
Pada Pemilihan 2024, ceritera buruk lebih banyak mendera Jeriko. Sebagai “Incumben” jeriko dinilai memperkaya diri dan biarkan rakyat Kota Kupang dan Pegawai Pemkot Menderita. Diakhir masa jabatan kekayaan jeriko jadi 75 M sebaliknya Tingkat kemiskinan meningkat dan Pemkot Kupang alami kas kosong. Gaji P3K tidak dibayarkan 2 tahun, banyak Proyek gagal, Bantuan Seroja hilang di mobil dinas walikota, bantuan seroja hanya direalisasi setengah dari seharusnya diterima korban, Dana Raskin gratis dari Daerah dan bantuan uang duka dihapus, pembiaran dan mendukung Tindakan persekusi terhadap Wakil Walikota Hermanus Mann dan pecah Kongsi dengan tim inti yang memenangkannya pada pilwalkot 2017 i. Lamban melakukan mutasi dan lebih asyik mengejar rente dari proyek infrastruktur, Akibatnya, suara jefri yang diperoleh pada 2017, kali ini potensial terbagi ke 4 paket lainnya.
Jonas Salean sendiri memiliki basis pemilih tradisional yang militan. Dua kali Pemilu DPRD Provinsi NTT, Jonas mendapat suara berlimpah. Bahkan bisa menyumbang 1 kursi DPRD Provinsi bagi partai Golkar. Pilihan Wakil ke Allo Sukardan seakan mengobati luka hati orang Mangggarai bahkan mungkin umat katolik kota kupang. Jonas akan mendapat limpahan pemilih yang lima tahun lalu memilih jeriko. Warga Kota Kupang etnis Manggarai dan Sebagian Flores lainnya, Orang Rote, orang Sumba, orang Alor sedikit orang sabu dan sedikit orang timor (TTS,TTU, Belu, Helong dan Amarasi) warga Kota Kupang. Pemilih Muslim (dari beragam etnis) di Kota Kupang akan merasa lebih aman bila memilih Jonas Salean. Tokoh muslim di GolkarProvinsi dan Kota Kupang saat ini dalam hubungan erat baik dengan Jonas, sangat memungkinkan hal ini.
Ceritera tentang George Hadjoh yang berkembang adalah kisah buruknya dalam penanganan masalah sampah Ketika kenjadi Penjabat Walikota Kupang dengan merendahkan martabat Pegawai/PTT, PNS dan P3K dengan memerintahkan pungut sampah pagi dan sore. Tetapi menurunkan besaran Tunjangan perbaikan penghasilan pegawai sebaliknya menaikan tunjangan para anggota DPRD Kota Kupang (yang akhirnya harus dikembalikan karena melanggar aturan). George berpeluang mendapat suara dari sedikit orang sabu, orang timor Katolik TTU, Belu dan Malaka serta komunitas Kempo.
Pemberitaan perihal publikasi hasil survey palsu, klaim diendors Joko widodo dan petinggi ngara serta klaim lebih berpeluang dibanding paslon lain dalam loby program dan angggaran ke Pemerintah Pusat, menjadikan Christian Widodo dan Serena sebagai pasangan paling muda tetapi sombong dan suka tipu-tipu ; walau demikian mereka akan mendapat banyak suara millennial lebih karena Fomo (ikut-ikutan karena millennial cenderung apolitik, merasa mewakili profil millennial , Pengusaha, dokter dan warga keturunan, TTU, Belu dan Malaka, dan orang ambon Kiser di Kota Kupang,
Sedangkan pasangan Alex Foenay – Isakh Nuka kurang mengeksplore kapasitas diri mereka kepada public. Masyarakat kota Kupang mengetahui tentang mereka serba sedikit sebagai pengusaha dan satunya pensiunan PNS. Kemunculan sebagi paslon pun seperti kejatuhan rejeki nomplok dari lahirnya Keputusan MK nomor 60. Walau demikian mereka akan mendapat limpahan suara dari pemilih berlatas etnis Timor Kristen dan Bajawa.
Hasilnya Jonas – Allo memimpin perolehan, disusul Christian – Serena, Jeriko – adinda. Goerge -Ewade dan terakhir Aleks Funay – Isakh Nuka
Gubernur – Wakil Gubernur NTT 2024
Untuk Pemilihan Gubernur dan wakil gebernur NTT 2024, Melki – Johni akan memimpin perolehan. Semangat koalisi Indonesia Maju (KIM) mengkerdilkan Banteng di PilGub – WaGub juga terasa di NTT; Berkembang spekulasi menyebutkan, belum di tanda tanganinya SK Pensiun SPK oleh Presiden adalah indikasi Angkatan Darat tidak iklas melepas kader potensialnya. SPK diproyeksi menjabat Danrem 161 WS. Scenario besar KIM menggulingkan banteng di NTT dengan menggunakan SPK -Andreas Garu, akan mampu mengempang pemilih beretnis Timor dan Manggarai sehingga menyisakan ruang kompetisi yang sempit antara Ansi – Jane dan Melky – Johni. Ende, Flores Timur, Maumere Lembata , wilayah daratan Flores akan jadi arena pertarungan sengit mereka terutama Ketika Melki sukses gerak cepat dengan aksi peduli korban erupsi Ile lewotobi . Tetapi di Alor, Sumba , Rote. Sarai dan daratan Timor, Melky – Johni akan surplus suara.
Hasilnya Melky – Johni meraih perolehan suara terbanyak, di susul SPK – Annderias Garu dan Ansi – Jane nomor buntut.
Prediksi ringan saya ternyata persis sama ujungnya dengan prediksi budayawan dan sastrawan NTT A. G. H. Netti. Yang gunakan teori Vibrasi Plus yang dikembangkannya. Anda bis abaca di link ini https://prakarsanews.com/uncategorized/a-g-h-netti-dari-prespektiv-teori-vibrasi-melky-johni-dan-jonas-alo-menangkan-pemilihan/ (Johan A. M)
Posted in Opini