PrakarsaNews.com – Seoul . Hal tersebut diungkapkan Profesor DR. Koh Young Hun, ketua The Korea – Indonesia Centre, Universitas Hankuk, Seoul – Korea Selatan saat menyampaikan sambutan pada malam pentas puisi Indonesia oleh tim Wisata Puisi Rumah Senii As Nur, Kamis 3 Juli 2025 di Universitas ternama Korea Selatan itu.
Pada tahun 1986, Sastrawan dan Penulis Indonesia, Pramoedya Anan Tatoer, masuk menjadi salah satu finalis penerima penghargaan Nobel Sastra. Namun atas campurtangan Pemerintah Indonesia Pramoedya berhasil dihalangi dan penyair Afrika, Wolfka keluar sebagai peraih penghargaan Nobel Sastra tahun itu “Saya punya bukti lengkap bagaimana Pemerintah Indonesia masa itu, menugaskan para diplomatnya mencegahnya. Bila campurtangan ini tidak ada, saya yakin Sastrawan Indonesia itu meraih penghargaan Nobel Sastra tahun 1986. Kalau ini terjadi maka Indonesia sudah meraih Nobel Sastra 40 tahun lebih awal dari Korea Selatan. Penulis Korea Selatan , Hanggang, menerima penghargaan Nobel Sastra tahun 2024” ungkap Koh Young Hun.
Koh Young Hun mengakui telah menekuni dan meneliti karya sastra Indonesia sejak 40 tahun lalu melalui program Stimulan Indonesia dab meyakini bahwa sastra Indonesia merupakan sastra yang luar biasa tidak kalah dari sastra bangsa lain”
UNIVERSITAS Hankuk merupakan universitas terkemuka Korea Selatan. Sastrawan besar Indonesia , NH Dini pada 2007, dan WS Rendra pada 2008 pernah berceramah di sana dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo , pernah memberi kuliah umum pada 2018. Hankuk Memiliki 70 lebih Program Studi, dan program studi Melayu Indonesia ada pada rangking 9 diminati Mahasiswa. Tercatat 200 lebih Mahasiswa dari berbagai Program Studi , mengambil studi budaya dan sastra Melayu Indonesia sebagai program Mayor.
Pentas Puisi Indonesia di Hankuk University, menampilkan syair klasik melayu, baca puisi, visualisasi puisi dan lagu puisi serta peluncuran buku Antology puisi Bertemu SEOUL karya 42 penulis puisi dari beberapa Kota di Indonesia. Dari Kota Kupang, provinsi NTT ada Mesra Pellondou dan Amzal Xavier Messakh .Silahkan tonon vidionya.
Amzal Xaviaer Messakh, Pemimpin PrakarsaNews.com menampilkan lagu puisi Tanah Air Mata , (Puisi Sutardji Kalsoum Bahri ). Amzal juga menulis 4 puisi (Permulaan, Percintaan, Pertikaian dan Akhir) dalam Antology puisi, Bertemu SEOUL . Wisata Puisi ke Seoul, Korea Selatan ini merupakan kegiatan spirit dan literasi puisi yang digagas dan dimanege oleh Rumah Seni ASNUR, pimpinan Datuk Sri Asrizal Nur (AXM)
Posted in Seni dan Sastra, Uncategorized