Home » Seni dan Sastra » Opini » Iman Kristen & Perdebatan Intelektual

Home » Seni dan Sastra » Opini » Iman Kristen & Perdebatan Intelektual

Iman Kristen & Perdebatan Intelektual

prakarsa
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 06:53 WIB
Peace and dialogue between religions. Christian symbols, jew and Islamic

Dari zaman para Rasul hingga gereja mula-mula sampai zaman Reformasi, gereja tidak pernah alergi dengan pertanggungjawaban Iman Kristen entah melalui cara persuasif yang lebih lunak sampai dengan perdebatan. Tuhan Yesus dan para rasul sepanjang Perjanjian Baru berdebat (bandingkan Markus 8;11, Kisah Rasul 9:29).

Perdebatan yang Yesus dan para rasul lakukan seringkali bukan dengan orang-orang yang tidak pernah membaca kitab suci atau yang garis kepercayaannya berbeda tetapi justru perdebatan itu sering dilakukan dengan tokoh-tokoh agama Yahudi yang juga memercayai Perjanjian Lama dan nubuat mengenai Mesias. Dengan orang-orang non Yahudi malah Yesus lebih bersifat lunak dan persuasif. Contohnya ketika Dia berjumpa dengan seorang Perwira Romawi yang memintaNya menyembuhkan anaknya yang sedang sakit (band. Matius 8:5-13).

Tuhan Yesus dan pengikutNya bersama-sama tokoh-tokoh agama Yahudi  tidak pernah mempersoalkan soal apakah debat itu boleh atau tidak. Kedua kelompok tersebut memercayai bahwa Iman kepada Tuhan merupakan hal yang rasional sehingga bisa diperdebatkan, walau pun motif mereka belum tentu sama.

Motif para pengikut Kristus dalam berdebat adalah untuk mempertanggungjawabkan Iman mereka dan sekaligus melawan ajaran-ajaran sesat yang mencoba untuk menyerang dan merasuki gereja Tuhan. Sedangkan motif tokoh-tokoh agama Yahudi, mungkin ada yang dimotifasi untuk mencari-cari kesalahan Yesus saja karena merasa bahwa kritikan Yesus mengganggu zona nyaman dan kekuasaan mereka, sedangkan ada yang benar-benar tulus untuk mengetahui kebenaran atau lebih tepatnya mencari validasi dari Firman Tuhan untuk membuktikan apakah benar yang dia percayai selama ini benar benar benar atau tidak benar benar? Contohnya Nikodemus yang dengan tulus hati mau belajar dari Yesus.

Dengan demikian, apakah perdebatan itu diperbolehkan dalam iman kristen?

Jawabannya adalah tergantung situasi. Dalam situasi dimana orang-orang Kristen dituntut untuk mempertanggungjawabkan imannya maka perdebatan adalah hal yang tak bisa dihindari. Seperti yang dialami oleh Tuhan Yesus ketika diperhadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan dan sanggahan-sanggahan orang Farisi dan saduki. Dia harus meresponnya dan perdebatan pun tak terhindarkan. Bapak-bapak Gereja seperti Agustinus juga terlibat dalam perdebatan mengenai Iman. Contoh: Agustinus berdebat dengan kaum skeptisisme.

Bagaimana di masa Reformasi?

Reformasi Gereja yang dilakukani oleh Marthin Luther juga dimulai dengan perdebatan antara Marthin Luther dan kaum klerus pada waktu itu. Setelah Marrhin Luther menempelkan 95 Dalil di Gereja Wittenberg pada tahun 1517, maka pada tahun 1518, Marthin Luther dipanggil oleh Kardinal Cajetanus untuk mempertanggungjawabkan Imannya. Dalam pertanggungjawaban iman itu, terjadilah perdebatan antara Marthin Luther dengan Kardinal. Dua tahun kemudian, Luther dikucilkan oleh gereja secara resmis karena pendirian imannya (End, 2000:164-165).  Lalu juga perdebatan antara reformator John Calvin dengan kaum klerus (Calvin, 2000:2), dan juga perdebatan antara pengikut Yohanes Calvin dan pengikut Yakobus Armenius (End, 2001:57). Maka bisa dikatakan bahwa sejarah Gereja adalah sejarah perbantahan atau perdebatan mengenai Iman Kristen.

Maka bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen? Bagaimana sikap kita jika iman kita dibantah?

Sikap kita adalah berdiri kokoh dalam posisi kebenaran Firman Tuhan dan siap untuk mempertanggungjawabkannya. Sikap diam  adalah dosa karena Firman Tuhan mengajarkan bahwa setiap orang kristen harus selalu siap sedia mempertanggungjawabkan imannya (band.  1 Petrus 3:15).

Bagaimana dengan kebanyakan sikap orang kristen masa kini yang alergi dengan debat?

Jawabannya ada berbagai kemungkinan.

Kemungkinan pertama, karena mereka memiliki pemahaman yang negatif mengenai debat. Mereka tidak bisa membedakan antara debat sehat dan debat kusir. Pengalaman mereka dengan orang-orang yang sering melakukan debat kusir digeneralisasi kepada semua pendebat dan semua situasi debat.  Pemahaman yang negatif terhadap debat juga bisa dikarenakan oleh perasaan anti intelektual. Debat diidentikan dengan hal-hal idealis yang dianggap tidak realistis.

Kemungkinan kedua, mereka mungkin memiliki pemahaman yang keliru mengenai “Iman Kristen”. Mereka menganggap iman itu suatu hal yang tidak rasional. Menurut mereka iman itu hanya urusan perasaan bukan pengetahuan. Biasanya orang-orang ini juga menolak Doktrin Gereja. Mereka lebih senang hal-hal praktis dan pengalaman spiritual pribadi, tapi mereka lupa bahwa menolak doktrin atau pengajaran juga merupakan suatu posisi Doktrin/ajaran tertentu yaitu misalnya doktrin pragmatisme atau New Age Movement sehingga dalam hal ini mereka tidak konsisten. Kalau mereka adalah orang-orang berintelektual maka kemungkinan lain mereka adalah penganut Filsafat Eksistensialisme yang hanya menekankan keberadaan/pengalaman subyektif Yesus secara pribadi daripada pengajaran Alkitab. Tapi bagaimana mereka mengetahui mengenai Yesus secara pribadi kalau mereka tidak membaca Alkitab dan mendapatkan pengajaran doktrin darinya? Seperti dikatakan oleh seorang Teolog Calvinis, Ronald Nash, bahwa perjumpaan pribadi dengan Yesus tidak pernah dalam kevakuman kognitif (Nash, 2019:45).

Rasul Paulus dalam 2 Timotius 1:12 menyatakan bahwa dia mengetahui kepada siapa dia percaya. Bandingkan 2 Timotius 1:13, “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.” Artinya berdasarkan 2 Timotius 1:12, kita diajarkan bahwa iman itu bukan hal yang non kognitif atau irasional. Pengetahuan dan pengenalan mengenai Tuhan merupakan prakondisi dari Iman. Kita mengetahui dan mengenal siapa itu Yesus baru kita mempercayaiNya maka pengajaran mengenaiNya adalah penting.

Pertanggungjawaban mengenai kebenaranNya adalah sama penting dengan pengetahuan tentangNya. Kita mengetahui dan kita mempertanggungjawabkan secara intelektual agar orang lain yang belum mengetahui bisa mengetahuiNya dan agar orang kristen lain yang lemah pemahamannya tidak mudah diombang- ambingkan oleh pengajaran yang menyimpang dari Alkitab. Mungkin pengajaran itu berlabel krsten tapi isinya jauh dari Alkitab.

Mempertanggungjawabkan Iman adalah tanggungjawab kenabian, dan tanggungjawab seluruh orang Kristen menurut talenta dan kemampuan masing-masing. Yang bisa berapologetika, bisa mempertanggungjawabkan Imannya melalui cara berdebat. Sedangkan yang hanya bisa berkhotbah dan mengajar bisa melalui khotbah dan pengajaran.

Daftar Pustaka

Calvin, Yohanes. (2000). Institutio: Pengajaran Agama Kristen. Jakarta: Gunung Mulia.

End, Th. van den. (2000). Harta Dalam Bejana: Sejarah Gereja Ringkas. Jakarta: Gunung Mulia.

End, Th. van den. (2001). Enam Belas Dokumen Dasar Calvinisme. Jakarta: Gunung Mulia.

Nash, Ronald H. (2010). Firman Allah & Akal Budi Manusia. Surabaya: Momentum.

Posted in

BERITA TERKAIT

TERPOPULER

TAG TERPOPULER

HEALTY

LIFESTYLE

OTOMOTIF

BERITA LAINNYA

330 Honorer Kota Kupang Tidak Lolos Seleksi PPPK, Minta Solusi ke DPRD

Kota Kupang – PrakarsaNews.com  Sebanyak 330 tenaga kependidikan honorer di…

Kota Kupang
Feb
24
2025

Pelantikan  Walikota dan Wakil Walikota Kupang, 10 Februari 2025 Chris Widodo : Fokus Optimalisasi Anggaran dan Meritokrasi

PrakarsaNews.com. Beredar kabar di lingkungan Pemerintah Kota Kupang , Pelantikan…

Kota Kupang
Jan
19
2025

Revolusi Haji: Arab Saudi Bangun Jalan Karet Anti Panas di Arafah

Pemerintah Arab Saudi menyiapkan ruas jalan khusus berbahan aspal dan…

Internasional
Jun
15
2024

Iqlima Kim, Wanita di Balik Konflik Panas Hotman Paris dan Razman Arif

Iqlima Kim. (Foto: dok Instagram) Kota Kupang-PrakarsaNews.com Masalah hukum antara…

News
Feb
12
2025

Pemkot Bantu Jemaat Moria Rp. 700 Juta, Bangun Gedung Serba Guna

PrakarsaNews.cim Pemerintah Kota Kupang, akan membantu Jemaat Gereja Moria Liliba,…

Kota Kupang
Des
01
2024

Jaga Warna Putih Mobil Tetap Cantik dan Bercahaya, Ini Tipsnya

Memiliki mobil dengan warna putih yang selalu bersih dan berkilau…

Mobil
Jun
15
2024