Home
»
News
»
Kota Kupang
»
Imigrasi Kupang tangkap 11 Imigran Gelap Asal Bangladesh di Rumah Warga Jl. Thamrin – Kayu Putih
PrakarsaNews.com Sebanyak 11 (Sebelas) Imigran Gelap, Warga Negara Bangladesh, ditangkap Tim Patroli Pengamanan Imigrasi dalam rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Rabu 1 Januari 2025.
Tim Patroli dipimpin Kasubsi Informasi Keimigrasian, Saiful Hukum, didampingi Anggota Inteldakim, setelah mendapatkan informasi dari stakeholder , Intel POA (Pengawasan Orang Asing) Polda NTT dan Polresta Kupang Kota, pukul 19.30 Wita meluncur ke Lokasi, sebuah rumah warga di Jl. Thamrin Kelurahan Kayuputih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Sekitar pukul 20.30 Wita, Tim Inteldakim dan Intel POA Polda NTT dan Polresta Kupang Kota melakukan penggebrekan dan berhasil, tanpa perlawanan, mengamankan 11 (sebelas) orang diduga Imigran gelap berkewarganegaraan Bangladesh.
Ke-11 Imigran ini langsung diamankan di Rumah Detensi Imigrasi Kelas 1 Kupang untuk diproses selanjutnya.
Imigran Sumuggling
Kuat dugaan, sejak akhir tahun 2024, sindikat penyulundupan imigran mulai melancarkan aksinya.
Pada 19 Desember 2024 lalu, Polres Rote Ndao berhasil mengamankan 15 Imigran gelap asal Bangladesh. Mereka ditangkap di Pantai Hena, Desa Kolobolo, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis 19 Desember 2024 pagi. Mereka tidak memiliki Pasport dan Kelengkapan keimigrasian lainnya. Rote Ndao tercatat menjadi pintu bagi sindikat peneludupan imigran ke Australia. Sindikat penyelundupan biasanya menggunakan jalur laut, memanfaatkan Perahu Nelayan. Hasil pengembangan diperoleh informasi saat ini masih terdapat 41 Imigran gelap Asal Bangladesh, diduga saat ini sedang dalam “perlindungan“ warga di Kota Kupang dan Rote Ndao “Kami berharap masyarakat tidak tergiur memuluskan kerja sindikat penyelundupan imigran… Bila menemukan Warga Negara Asing yang mencurigakan, laporkan ke Aparat terdekat” harap Jeryanto Lakusa, SH , Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Badan Kesbangpol Kota Kupang. (jo)
Posted in Kota Kupang